Senin, 09 November 2015

Jodoh Dunya Aghirat

Diposting oleh Fadila Risa di 19.08 0 komentar Link ke posting ini
Sempat berfikir, mereka yang jarak jauh sekalipun bisa bertahan.
Mereka yang menggunakan hijab syar'i pun diizinkan terjaga hubungannya.
Mereka yang putus nyambung berkali-kali tetap berakhir di pelaminan.
Bahkan sampai sekarangpun aku masih memimpikan cerita cinta yang indah seperti dongeng. 

Tapi yang pasti,
Jodoh bukanlah Qadha, tapi takdir yang bisa diikhtiarkan.

Mungkin aku bukanlah warna favorit seseorang dalam hidupnya.
tapi aku percaya suatu saat akan ada yang membutuhkan warnaku untuk melengkapi dunianya.
Mungkin aku bukanlah perempuan cantik yang kemana-mana selalu terlindungi,
tapi sampai sekarangpun aku terus berusaha memperbaiki diri dengan kerendahan hati.
Ketika badai menerpa, akulah tempat untuk berpulang.
Mungkin hanya sujudku yang panjang yang bisa selalu aku lakukan untuk menjaga keluargaku nanti.

Bukan lagi seseorang yang mengingatkan makan, mandi, dan sebagainya.
karena setiap yang dewasa sudah tau waktu akan hal itu.
Bukan lagi berjanji untuk tidak menyakiti, karena menghabiskan sisa hidup pasti pernah kecewa dan mengecewakan.
Sabarlah wahai hati,
seseorang pun pasti sedang menunggu,
yang terus berjuang dijalanNya,
untuk bertahan dalam situasi sulit, bahkan di titik nadi yang paling rendah.

Selasa, 15 September 2015

Ma..

Diposting oleh Fadila Risa di 00.13 0 komentar Link ke posting ini


Allah ku,
maaf atas hati yang tak sempurna mencintaiMu,
yang lupa untuk menggantungkan semua harapan padaMu.

Ma..
maaf untuk beberapa waktu mengabaikanmu,
mungkin diri ini sibuk memikirkan pekerjaan, jodoh, padahal kau yang selalu mendoakan aku.
maaf selama ini pergi kesana kemari tanpa memikirkan sepimu.

Ma..
kenapa bisa tau? padahal tak sedikitpun terucap kepedihan batin ini.
terlalu lemah hati ini, Ma.. dibanding cobaan hidupmu yang begitu kuat.
bahkan disaat aku terpuruk sekarang, kau malaikatku, yang ikut menangis dan terbaring lemah ditempat tidur.

Ma..
aku tak tau entah sampai kapan aku bisa menemanimu.
entah sampai kapan kau masuk dan menyelimutiku setiap malamnya.
kalaulah bisa aku sekarang mati, mungkin aku akan pilih mati.
tapi, siapa yang menjagamu nanti, Ma..

Ma..
ketikapun nanti aku terbang tinggi, tugasmu sudah selesai.
menemani, menunggu, dan mengokohkan sayapku,
disaat ku susah, sakit, dan jatuh.

Kuatkan aku selalu, Ma..

 

Celoteh Risa Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez