Sabtu, 28 November 2009

Tentang PAPA

Diposting oleh Fadila Risa di 18.05 2 komentar Link ke posting ini
note ini pernah di kirim buat aku, dan ingin ku berbagi dengan kalian ..

PAPA

di balik kisah seorang "papa" !!

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya....

Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana ...

See More dengan Papa?

Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu... Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya" , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka.... Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang" Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. Ketika kamu sudah beranjak remaja....

Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!". Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang? "Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa" Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa Ketika kamu menjadi gadis dewasa....

Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. . Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT...kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain. Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".

Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum? Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang" Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.

Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....

Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa.... Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..." Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....

Papa telah menyelesaikan tugasnya.... Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita... Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat... Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis... Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal..

untuk PAPA di seluruh dunia ..

dan untuk AYAH KU,,
AYAH TERBAIK DISELURUH DUNIA ..

komunikasi jenaka

Diposting oleh Fadila Risa di 17.37 1 komentar Link ke posting ini

Hhoaahmm …

Minggu pagi gini , malesnya badan ini bergerak. Keluar kamar, sepi. Infotainment udah abis ..

Eh, ada buku Komunikasi si mama . Iseng-iseng baca ahh ..

Nan Kida

Di Sumatera Barat terdapat balai pengobatan, yang dokter, perawat, serta petugas penjaga pendaftarannya berasal dari Pulau Jawa. Seorang bapak dating ke balai pengobatan tersebut, langsung ke meja pendaftaran, dan disambut ramah oleh petugas pendaftaran. Terjadilah percakapan sebagai berikut:

Petugas : selamat sore, Pak ..

Bapak : selamat sore

Petugas : bapak mau berobat ?

Bapak : iyo, ambo mau barubek

Petugas : nama bapak ?

Bapak : Nan kida

Setelah itu sang bapak duduk di bangku antri. Satu persatu dipanggil, sampai di panggil nama “Nan Kida ..”. Bapak tersebut cuek dan tak menanggapi.

Pasien terakhir di daftar pasien telah dipanggil. Sang bapak mendatangi meja petuga

Bapak : kok nama saya indak di imbau ? (kok nama saya tidak di panggil?)

Petugas : nama bapak siapa ?

Bapak : Sutan Barau

Petugas : tidak ada yang bernama Sutan Barau, pak.. yang ada Nan Kida

….semua kebingungan….

Catatan : ternyata dalam Bahasa Minang , kata Nanma (yg terdengar sperti –nama-) berarti “yang mana”. Dan yang di jawab si Bapak adalah Nan Kida (yang berarti “yang kiri”)

GUBRAAKKKK !@#$%^&*(!!

Cerita lain …

Percakapan Dua Presiden

Presiden Amerika Serikat, John Kennedy, dan Presiden Meksiko, Adolfo Lopez Meteos, bertemu di Meksiko tahun 1962. Ketika mengendarai mobil, Kennedy memperhatikan jam tangan Presiden Meksiko. Kennedy pun memuji Lopez :”indah sekali jam tangan anda..”. Lopes segera memberikan jam tangannya kpd Kennedy, dan berkata :”jam tangan ini milik Anda sekarang..”. kennedy merasa malu dgn pemberian itu. Ia berusaha menolaknya,namun Lopez menjelaskan bahwa di negerinya, ketika seseorang menyukai sesuatu, sesuatu itu harus diberikan kepadanya. Kepemilikan hanya masalah perasaan dan kebutuhan manusia, bukan milik pribadi.

Kennedy terkesan dengan pemberian itu, dan menerima jam tangan dengan rendah hati. Tak lama kemudian, Lopez berkata :”cantik sekali istri anda..”. kennedy pun menjawab : “silahkan ambil kembali jam tangan anda..”

Hhuaaaaaaaaaaaaaaaa…

Pengalaman-pengalaman konyol yang mewarnai pagi ku ..

Trima kasihh ..

>_<

awas kau Aulia Rahman !!

Diposting oleh Fadila Risa di 07.49 0 komentar Link ke posting ini
teringat lagi tingkah dan kejadian 4 bulan yg lalu,
Jum'at , 31 Juli '09
12.19 AM


ehm .. ehm ...
mlm yg sepi .

OL ah ..

ehh ...
fto^ enfa udh d masukin ...
snengnyaa ....
(sempat ada job buat anak psikologi, acara Enfa A+ Smart Adventure, di Sun Plaza Lt.1)

liad satu per satu ..
bagus ..
yg ini bagus ..
yg ini jg bagus ...

eh ,, eh ,,
ad tittle fto calon astronot .
eh,,,
kok mirip tampang ku ya ?

eh itu aku ..

bang AULIA RAHMAN ...............

KURANG AJAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRR
!!!!

apos itu fto yg calon astronot .................

ktawa^ pla kau lyad aku gni ...

udh mohon^ aku ,, cekikikan dia

bg AULIA RAHMAN ,,

KURANG AJAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRR !!!!!!!!

Cinta telah cukup untuk cinta

Diposting oleh Fadila Risa di 05.02 0 komentar Link ke posting ini
aku katakan , tidak dalam tidur
melainkan dalam jagaku sepenuhnya

Kahlil Gibran dalam syairnya ,
"Bagi dunia , mungkin kau hanya seseorang
tapi bagi -seseorang , kau adalah dunia"
,, dan -seseorang itu AKU,,

Tak memberi apa pun ,
kecuali untuk dirinya sendiri .

maka ku katakan ,,
cinta tak memiliki ataupun dimiliki
karna CINTA TELAH CUKUP UNTUK CINTA

apa yang ada dalam fikiranmu , bisa saja pergi
tapi apa yang ada dalam hatimu,, tetap tinggal selamanya

kadang tak dapat dimengerti
sebuah pemikiran yang baik ,
namun TIDAK ADA dalam Filsafat

mengingatkanku akan Immanuel Kant dengan pemikirannya yang kukagumi

dan ku katakan sekali lagi,,
CINTA TELAH CUKUP UNTUK CINTA ...


trima kasihh ..
>_<
 

Celoteh Risa Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez